Postingan

Menampilkan postingan dengan label Sakai

Asal - Usul Suku Sakai

Gambar
Asal Mula Suku SAKAI Akibat penguasaan teknologi bertahan hidup yang lebih baik, orang-orang Melayu Muda ini berhasil mendesak kelompok Melayu Tua untuk menyingkir ke wilayah pedalaman. Di pedalaman, orang-orang Melayu Tua yang tersisih ini kemudian bertemu dengan orang-orang dari ras Wedoid dan Austroloid. Hasil campur antara keduanya inilah yang kemudian melahirkan nenek moyang orang-orang Sakai. Menurut cerita orang-orang Sakai jaman dahulu nama Sakai itu diberikan dimasa penjajahan Jepang yang pengertiannya lebih kurang orang-orang yang tidak mau dijajah atau orang kuat dikarenakan bisa hidup berpindah-pindah didalam hutan Versi masyarakat umum sekarang nama Sakai konon berasal dari huruf awal kata Sungai, Kampung, Anak, dan Ikan. Maknanya, mereka adalah anak-anak negeri yang hidup di sekitar sungai dan mencari penghidupan dari hasil kekayaan yang ada di sungai berupa ikan. Sebutan Suku Sakai yang primitif, menyendiri kini mulai diprotes oleh masyarakat suku Sakai yang sud...

Kelompok Sosial Suku Sakai

Gambar
  Kelompok Sosial Suku Sakai   Orang sakai merupakan sekumpulan masyarakat yang terasing dan hidup masih secara tradisional dan  nomaden  pada suatu kawasan di pulau  sumatra ,  indonesia . Orang sakai hidup menjauhkan diri dari kehidupan masyarakat yang luas. Sebelumnya, orang sakai dinamai orang pebatin. Nama ini dikenal ketika  jepang  menjajah indonesia. Asal usul Beberapa ahli berpendapat, orang sakai ini merupakan percampuran antara orang wedoid dengan orang  minangkabau  yang bermigrasi sekitar abad ke-14. Sementara orang sakai sendiri sebagian menganggap bahwa mereka datang dari negeri  pagaruyung  dan sebagian lainnya mengatakan mereka berasal dari gasib atau siak. Kelompok sosial Kelompok sosial orang sakai terbagi menjadi perbatinan lima (batin nan limo) dan perbatinan delapan (batin nan salapan). Perbatinan ini dibedakkan dari ciri-ciri tanah yang dimiliki masing-masing perbatinan. Tanah y...

Rumah Adat Suku Sakai di Desa Kesumbo Ampai

Gambar
  Rumah Adat Suku Sakai di Desa Kesumbo Ampai Setelah diresmikan oleh Penjabat Bupati Bengkalis Ahmad Syah Harrofie pada Kamis (21/1/2016) silam, Rumah Adat Suku Sakai di Jalan Sobonga, Desa Kesumbo Ampai, juga dimasukan dalam daftar objek wisata budaya baru di Kota Duri, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau. Seperti yang disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Bengkalis, H Eduar kepada Goriau.com, Kamis (10/3/2016). "Rumah adat suku Sakai di Desa Kesumbo Ampai juga masuk dalam daftar objek wisata di Duri," kata Eduar. Menurutnya, dengan bangunan baru rumah adat suku Sakai ini, tidak hanya wisatawan saja yang datang berkunjung ke sana. Para peneliti juga diharapkan bisa datang untuk membuat kajian ilmiah tentang budaya, adat suku sakai. "Kita sangat bersyukur sekali ada pihak swasta yang sangat peduli dengan kondisi rumah adat Sakai ini saat dalam kondisi rusak berat. PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (...

Kehidupan dan Kebudayaan Suku Sakai

Gambar
  Kehidupan dan Kebudayaan Suku Sakai Kehidupan suku Sakai yang suka berpindah-pindah tempat ini tentu akan meninggalkan suatu kebudayaan yang cukup menarik di tempat-tempat yang pernah ditinggalinya. Hal ini bisa dilihat dari adanya benda peninggalan kebudayaan Sakai yang biasa digunakan untuk membantu mereka dalam memenuhi kebutuhan hidup mereka di daerah pedalaman. Biasanya benda-benda yang dibuat oleh suku ini terbuat dari bahan baku yang berasal dari alam secara murni. Fungsi benda-benda tersebut juga masih sederhana dan digunakan untuk membantu mempermudah pekerjaan mereka. Salah satu contoh benda peninggalan suku Sakai yang menambah kekayaan budaya di Indonesia adalah sebagai berikut:     Timo Timo adalah suatu wadah yang dibuat dengan bahan dari kulit hewan, yaitu kerbau. Kulit kerbau ini harus dikeringkan terlebih dahulu, bagian sisi timo berbentuk lingkaran dan terbuat dari rotan. Timo biasanya digunakan oleh suku Sakai sebagai wadah untuk menampung ma...